Kendaraan antarktika China telah tempuh jarak 10.000 km

Kendaraan antarktika  China telah tempuh jarak 10.000 km

Beijing (ANTARA) - Kendaraan beroda 6x6 Snow Leopard, yang dikembangkan secara mandiri oleh China, baru-baru ini menyelesaikan uji coba lingkungan ekstrem di pedalaman Antarktika, menempuh jarak lebih dari 10.000 km tanpa mengalami kegagalan, demikian diungkapkan tim ekspedisi Antarktika ke-42 China pada Selasa (10/2).

Dari 5 Desember tahun lalu hingga awal Februari tahun ini, kendaraan Antarktika berwarna merah tersebut melakukan serangkaian uji coba di basis penelitian Stasiun Zhongshan milik China dan di lima daerah tipikal pedalaman Antarktika, di mana kendaraan itu dioperasikan di atas es laut, kerikil, salju lunak, salju keras, dan es padat. Keberhasilan uji coba kendaraan tersebut mengisi kesenjangan penting dalam kemampuan peralatan China untuk transportasi personel darat yang cepat, dukungan penelitian ilmiah, dan operasi penyelamatan darurat di Antarktika, ungkap tim ekspedisi itu. Sebelumnya untuk waktu yang lama, ekspedisi China di pedalaman Antarktika sebagian besar mengandalkan kendaraan impor beroda rantai, yang memiliki kecepatan lebih lambat, konsumsi bahan bakar lebih tinggi, serta biaya operasi dan pemeliharaan yang lebih mahal. Kendaraan beroda baru buatan China ini memiliki kecepatan yang lebih tinggi. Menurut Sun Peng, seorang anggota tim yang bertanggung jawab atas uji coba di lokasi, kendaraan Snow Leopard dapat mencapai kecepatan 28 km/jam di atas salju lunak dan 42 km/jam di atas salju keras, sedangkan kendaraan beroda rantai biasa memiliki kecepatan 15 km/jam. Selain itu, Snow Leopard dapat mempertahankan kecepatan stabil 65 km/jam di atas es padat dan memiliki jarak tempuh maksimum sekitar 700 km dengan tangki bahan bakar penuh.

Untuk mengatasi tantangan-tantangan seperti suhu rendah, tekanan udara rendah, dan medan rumit, tim penelitian dan pengembangan telah mencapai terobosan dalam sejumlah teknologi utama yang berkaitan dengan sistem daya kendaraan dan material ban, tambah Sun.

Yao Xu, pemimpin tim tersebut, mengenang sebuah misi pengangkutan darurat di mana kendaraan Snow Leopard beroperasi terus-menerus selama 12 jam, menempuh perjalanan pulang-pergi sejauh 263 km dalam kondisi bersalju dengan jarak pandang lebih pendek menjadi hanya sekitar tiga meter. Kendaraan itu berhasil memastikan pengiriman peralatan penting dengan cepat. Ini merupakan kali pertama transportasi darat dalam ekspedisi Antarktika China mencapai kecepatan setinggi itu dalam kondisi cuaca buruk yang tidak memungkinkan untuk akses udara, ungkap Yao. Tim ekspedisi Antarktika ke-42 China memulai perjalanannya dari Shanghai pada 1 November 2025. Selama ekspedisi ini, serangkaian peralatan dan teknologi baru akan dikerahkan dan diuji coba di benua tersebut.

(adsbygoogle = window.adsbygoogle || []).push({});

Pewarta: XinhuaEditor: Santoso Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Sumber: www.antaranews.com

Buka di Sumber Asli