Menjelajahi Pasar Kliwon: Jantung Budaya dan Perdagangan Kota Surakarta

Kecamatan Pasar Kliwon bukan sekadar wilayah administratif di Kota Surakarta. Ia adalah jantung yang berdetak dengan irama budaya, sejarah, dan perdagangan yang harmonis. Sebagai rumah bagi Keraton Kasunanan Surakarta, Pasar Kliwon menyimpan kekayaan warisan yang tak ternilai bagi identitas masyarakat Solo.
Sejarah dan Jejak Akulturasi Budaya
Nama Pasar Kliwon sendiri diambil dari nama pasar tradisional yang dahulu ramai pada hari pasaran Jawa (Kliwon). Wilayah ini unik karena menjadi melting pot (pertemuan budaya) antara masyarakat Jawa, keturunan Arab, dan Tionghoa yang hidup berdampingan secara damai selama berabad-abad.
Kawasan ini terkenal sebagai Kampung Arab-nya Solo, di mana tradisi Islam berkembang kuat beriringan dengan adat istiadat Keraton. Perayaan seperti Haul Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi setiap tahunnya mampu menyedot ratusan ribu peziarah dari dalam dan luar negeri, menjadikan Pasar Kliwon sebagai pusat wisata religi internasional.
Sejarah Panjang: Dari Hutan Bambu hingga Pusat Peradaban
Kecamatan Pasar Kliwon memiliki akar sejarah yang sangat dalam, bahkan sebelum berdirinya Kota Surakarta (Solo). Dahulu, wilayah ini dikenal sebagai bagian dari Desa Sala yang berupa rawa-rawa dan hutan bambu. Titik baliknya adalah ketika Sunan Pakubuwono II memindahkan istana Mataram dari Kartasura ke Desa Sala pada tahun 1745 karena Geger Pecinan.
Nama "Pasar Kliwon" sendiri merujuk pada sebuah pasar yang aktivitasnya memuncak setiap Pasaran Kliwon dalam kalender Jawa. Pasar ini menjadi titik temu pedagang dari berbagai etnis, menciptakan akulturasi budaya yang unik yang masih terasa hingga saat ini.
Letak Geografis dan Batas Wilayah
Secara geografis, Kecamatan Pasar Kliwon terletak di bagian tenggara Kota Surakarta. Posisinya sangat strategis karena diapit oleh sungai legendaris dan pusat kota.
- Utara: Berbatasan dengan Kecamatan Jebres (dibatasi oleh Jl. Urip Sumoharjo dan Sungai Pepe).
- Selatan: Berbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo (Kecamatan Grogol).
- Timur: Berbatasan dengan Sungai Bengawan Solo (di seberangnya adalah Kabupaten Sukoharjo, wilayah Bekonang/Mojolaban).
- Barat: Berbatasan dengan Kecamatan Serengan dan Banjarsari (Jl. Slamet Riyadi dan Jl. Yos Sudarso).
Kontur tanahnya relatif datar namun sedikit menurun ke arah timur menuju bantaran Sungai Bengawan Solo, yang menjadikan sebagian wilayah di kelurahan Semanggi, Sangkrah, dan Kedung Lumbu perlu waspada terhadap potensi luapan sungai saat musim penghujan ekstrem.
Dinamika Sosial & Multikulturalisme
Pasar Kliwon adalah miniaturnya toleransi di Kota Solo. Di sinilah tiga kebudayaan besar berpadu harmonis:
- Budaya Jawa (Keraton): Tercermin dari tata krama, bahasa halus, dan tradisi kejawen yang masih dipegang teguh warga asli, terutama di Baluwarti dan sekitarnya.
- Budaya Arab (Islam): Terpusat di Kelurahan Pasar Kliwon dan Semanggi. Pengaruhnya terlihat dari arsitektur rumah, kuliner, dan syiar agama Islam yang kuat.
- Budaya Tionghoa: Terlihat dari aktivitas perdagangan di kawasan Coyudan dan Nonongan (perbatasan barat), yang menjadi motor penggerak ekonomi.
Pusat Ekonomi dan Perdagangan
Denyut nadi ekonomi Pasar Kliwon tak pernah berhenti. Pasar Klewer, pusat tekstil terbesar di Jawa Tengah, berdiri megah di sini. Pasar ini menjadi rujukan utama para pedagang batik dari seluruh nusantara.
Selain itu, Beteng Trade Center (BTC) dan Pusat Grosir Solo (PGS) yang terletak di perbatasan wilayah ini semakin mengukuhkan Pasar Kliwon sebagai pusat grosir fashion dan kain. Ribuan tenaga kerja terserap, termasuk pemuda-pemudi kreatif yang mengembangkan industri fashion lokal.
Destinasi Wisata Unggulan
🕌 Masjid Agung Surakarta
Masjid bersejarah peninggalan Mataram Islam yang menjadi pusat kegiatan keagamaan resmi Keraton.
🏯 Keraton Kasunanan
Istana resmi Susuhunan Pakubuwono yang menjadi simbol pusat kebudayaan Jawa.
🧱 Benteng Vastenburg
Saksi bisu kolonialisme Belanda yang kini menjadi venue berbagai festival internasional.
🏘️ Kampung Batik Kauman
Sentra batik tulis premium yang menawarkan pengalaman wisata sejarah menyusuri gang-gang kuno.
Kuliner Khas dan Legendaris
Berkunjung ke Pasar Kliwon tak lengkap tanpa mencicipi kuliner khasnya. Wilayah ini adalah surga bagi pecinta makanan otentik. Nasi Kebuli dan Nasi Mandhi khas Timur Tengah dapat dengan mudah ditemukan di sekitar Masjid Riyadh dan Kampung Arab.
Tak hanya itu, Sate Kere (sate dari tempe gembus/jeroan) yang dulu merupakan makanan rakyat jelata kini menjadi buruan wisatawan. Kudapan manis Serabi Notosuman yang legendaris juga berpusat di wilayah ini, menawarkan cita rasa santan gurih yang tak berubah sejak 1923. Bagi pencari kesegaran, Es Gempol Pleret di pinggir jalan sering menjadi pilihan pelepas dahaga.
Agenda Budaya dan Festival Tahunan
Pasar Kliwon adalah panggung budaya yang hidup sepanjang tahun. Beberapa agenda besar yang selalu dinanti antara lain:
- Sekatenan: Pasar malam dan perayaan budaya menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW di Alun-Alun Utara Keraton.
- Kirab Pusaka 1 Suro: Prosesi sakral mengelilingi benteng Keraton (Baluwarti) yang dilakukan hening tanpa bicara (tapa bisu).
- Festival Jenang Solo: Perayaan memperingati HUT Kota Solo dengan membagikan ribuan takir jenang gratis di kawasan Ngarsopuro-Pasar Gede (berbatasan dengan Pasar Kliwon).
- Haul Solo: Peringatan wafatnya Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi yang mengubah kawasan Pasar Kliwon menjadi lautan manusia dari berbagai negara.
Konektivitas dan Transportasi
Akses menuju Kecamatan Pasar Kliwon sangatlah mudah. Wilayah ini dilayani oleh berbagai koridor Batik Solo Trans (BST) yang nyaman dan terintegrasi. Keberadaan Stasiun Solo Kota (Sangkrah) juga menjadi nilai tambah, melayani rute kereta perintis Railbus Batara Kresna yang menghubungkan Solo dengan Wonogiri.
Profil Lengkap & Detail 10 Kelurahan di Pasar Kliwon
Berikut adalah bedah detail potensi dan karakteristik unik dari 10 kelurahan yang membentuk Kecamatan Pasar Kliwon, lengkap dengan landmark utama dan aktivitas ekonominya:
1. Kelurahan Mojo
"Wajah Baru Pelayanan Publik & Kesehatan"
Hasil pemekaran tahun 2018 dari Semanggi. Wilayah ini kini menjadi primadona baru dengan hadirnya fasilitas vital.
Landmark Utama: RSUD Bung Karno (Rumah Sakit Daerah tipe C), Pasar Klithikan Notoharjo (pusat onderdil & barang bekas terbesar), Rusunawa Mojo, dan Taman Cerdas Mojo.
Potensi Ekonomi: Perdagangan suku cadang kendaraan, kuliner sekitar RSUD, dan UMKM sangkar burung.
Jalan Utama: Jl. Kyai Mojo, Jl. Sungai Serang.
2. Kelurahan Semanggi
"Sentra Konveksi & Kreativitas Warga"
Wilayah terluas dengan populasi terpadat. Semanggi dikenal sebagai "kandang"-nya industri kreatif rumahan.
Landmark Utama: Pasar Gading (ikon kuliner malam), Jembatan Mojo (penghubung ke Sukoharjo), Tanggul Bengawan Solo.
Potensi Ekonomi: Sentra konveksi (kaos, seragam), kerajinan rotan, dan pembuatan batako.
Isu Strategis: Penataan kawasan kumuh melalui program KOTAKU dan relokasi warga bantaran.
3. Kelurahan Pasar Kliwon
"Kampung Arab & Wisata Religi Internasional"
Pusat dari kecamatan ini. Nuansa Timur Tengah sangat kental dengan banyaknya toko minyak wangi, kurma, dan busana muslim.
Landmark Utama: Masjid Ar-Riyadh, Makam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Masjid Assegaf.
Event Dunia: Haul Habib Ali (wisata religi tahunan terbesar di Solo).
Kuliner: Nasi Kebuli, Nasi Mandhi, Roti Maryam, Kopi Rempah.
4. Kelurahan Kauman
"Kampung Wisata Batik & Sejarah Islam"
Dahulu merupakan pemukiman para ulama (Kaum) Keraton. Kini bertransformasi menjadi destinsi wisata belanja premium.
Landmark Utama: Masjid Agung Surakarta (Masjid Gede), Kampung Batik Kauman, Gunungan Sekaten.
Keunikan: Gang-gang sempit yang estetik, rumah joglo kuno, dan showroom batik tulis eksklusif.
5. Kelurahan Baluwarti
"The Living Heritage: Jantung Budaya Jawa"
Satu-satunya kelurahan yang wilayahnya 100% berada di dalam tembok benteng Keraton Kasunanan.
Landmark Utama: Kori Kamandungan (Pintu Gerbang Keraton), Museum Keraton Surakarta, Sasana Handrawina, Alun-Alun Kidul (Alkid).
Aktivitas: Wisata sejarah, memberi makan Kebo Bule (Kyai Slamet), dan wisata kuliner malam di Alkid.
6. Kelurahan Sangkrah
"Gerbang Timur & Konektivitas Kereta"
Terletak di tepi Bengawan Solo, menjadi titik temu transportasi darat dan rel.
Landmark Utama: Stasiun Solo Kota (Stasiun Sangkrah), RSUD Bung Karno (sebagian wilayah berbatasan), Pintu Air Demangan.
Transportasi: Pemberhentian Railbus Batara Kresna (Solo-Wonogiri) dan Kereta Uap Jaladara (Sepur Kluthuk).
7. Kelurahan Kedung Lumbu
"Pusat Grosir & Hiburan Rakyat"
Wilayah strategis yang selalu ramai akan aktivitas ekonomi.
Landmark Utama: Alun-Alun Utara (pusat Sekaten), Pasar Klewer (Pusat Tekstil Jawa Tengah), Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC).
Ekonomi: Perdagangan tekstil, batik, dan garmen grosir.
8. Kelurahan Gajahan
"Kawasan Penyangga Keraton & Perbankan"
Wilayah elit di masa lampau yang kini menjadi campuran hunian dan bisnis.
Landmark Utama: Benteng Vastenburg (sisi selatan), kawasan perbankan Jl. Slamet Riyadi (ujung timur).
Sejarah: Nama Gajahan diambil dari lokasi kandang gajah milik raja Keraton Surakarta.
9. Kelurahan Kampung Baru
"Pusat Pemerintahan & Hotel Berbintang"
Wilayah paling utara di Pasar Kliwon, berbatasan langsung dengan pusat pemerintahan kota.
Landmark Utama: Balaikota Surakarta, Rutan Kelas 1 Surakarta, Bank Indonesia Solo, Gereja SP Maria.
Ekonomi: Perkantoran pemerintah, hotel, dan jasa keuangan.
10. Kelurahan Joyosuran
"Gerbang Selatan & Pemukiman Dinamis"
Berbatasan langsung dengan Kabupaten Sukoharjo (Grogol). Karakteristik masyarakatnya sangat guyub.
Landmark Utama: Pasar Gading (sisi selatan), TPU Daksinoloyo.
Ekonomi: Pasar tradisional, kuliner sore, dan jasa bengkel.
Demografi dan Potensi Masa Depan
Dengan luas wilayah sekitar 4,82 km², Pasar Kliwon memiliki kepadatan penduduk yang tinggi. Tantangan utama wilayah ini adalah penataan kawasan kumuh dan pelestarian cagar budaya.
Pemerintah Kota Surakarta terus berupaya merevitalisasi kawasan ini, seperti penataan koridor Jalan Jenderal Sudirman dan Gatot Subroto yang kini menjadi ikon wisata malam (Gatsu-Ngarsopuro). Pasar Kliwon diproyeksikan akan terus menjadi ujung tombak pariwisata berbasis budaya di Kota Solo.
Kata Kunci & Topik Terkait
🏛️ Wilayah & Administrasi
Kecamatan Pasar Kliwon, Kantor Kecamatan Pasar Kliwon, Camat Pasar Kliwon, Kode Pos Pasar Kliwon 57110 - 57119, Kelurahan Mojo, Kelurahan Semanggi, Kelurahan Pasar Kliwon, Kelurahan Kauman, Kelurahan Sangkrah, Kelurahan Kedung Lumbu, Kelurahan Baluwarti, Kelurahan Gajahan, Kelurahan Kampung Baru, Kelurahan Joyosuran, batas wilayah Solo Sukoharjo, kota lama Surakarta, Vorstenlanden Solo.
🕌 Wisata Religi & Budaya
Masjid Agung Surakarta, Masjid Ar-Riyadh Solo, Makam Habib Ali bin Muhammad Al-Habsyi, Haul Solo, Haul Habib Ali Pasar Kliwon, Kampung Arab Solo, Kampung Wisata Batik Kauman, Keraton Kasunanan Surakarta, Alun-Alun Utara Solo, Alun-Alun Kidul Solo (Alkid), Kebo Bule Kyai Slamet, Sekaten Surakarta, Grebeg Sudiro, Kirab 1 Suro, Festival Jenang Solo, Museum Keraton Solo, Pagelaran Keraton.
💰 Pusat Ekonomi & Belanja
Pasar Klewer, Pusat Grosir Solo (PGS), Beteng Trade Center (BTC), Pasar Gading, Pasar Klithikan Notoharjo, Galeri Batik Kauman, kain batik murah Solo, grosir daster Solo, kuliner Nasi Kebuli Solo, Serabi Notosuman, Sate Kere Yu Rebi, Es Gempol Pleret, Tengkleng Klewer, pusat kuliner Galabo, toko kain tekstil Solo, oleh-oleh khas Solo Pasar Kliwon.
🏥 Fasilitas & Pendidikan
RSUD Bung Karno, CSI (Custodio Sentral Islam), Rumah Sakit Kustati, Stasiun Solo Kota (Sangkrah), Benteng Vastenburg, Balaikota Surakarta, Bank Indonesia Solo, Kantor Pos Besar Solo, Rutan Solo, Jembatan Mojo, Tanggul Bengawan Solo, MTSN 2 Surakarta, SMPN 6 Surakarta, SMA Muhammadiyah 2 Surakarta, SD Al-Islam, Pondok Pesantren Ta'mirul Islam.
🛣️ Nama Jalan Utama
Jl. Slamet Riyadi (ujung timur), Jl. Jenderal Sudirman, Jl. Kapten Mulyadi, Jl. Veteran, Jl. Yos Sudarso (Nonongan), Jl. Kyai Mojo, Jl. Sungai Serang, Jl. Alun-Alun Utara, Jl. Dr. Radjiman (Kauman).
📜 Tokoh & Sejarah
Pakubuwono II (Pendiri Kota Solo), Pakubuwono X, Habib Ali Al-Habsyi (Pengarang Simtudduror), Gesang (Maestro Keroncong dari Kemlayan/dekat Pasar Kliwon), sejarah perpindahan Keraton Kartasura, Geger Pecinan, Perjanjian Giyanti, Banjir Besar Solo 1966.
Sumber: Redaksi Karang Taruna Asta Wira Dipta