Sejarah Kelurahan Mojo: Lahir dari Pemekaran Semanggi Tahun 2018

Kelurahan Mojo adalah kelurahan yang relatif baru di Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta (Solo), Provinsi Jawa Tengah. Kelurahan ini resmi terbentuk pada tahun 2018 sebagai hasil pemekaran (pemecahan) dari Kelurahan Semanggi yang sebelumnya merupakan kelurahan terluas di Kota Solo.
📊 Data Singkat Kelurahan Mojo
- • Tahun Terbentuk: 2018 (Hasil Pemekaran Semanggi)
- • Kecamatan: Pasar Kliwon
- • Kota: Surakarta (Solo)
- • Provinsi: Jawa Tengah
- • Jumlah Penduduk: ± 12.591 jiwa (2020)
- • Batas Utara: Jalan Kyai Mojo (dengan Kelurahan Semanggi)
Latar Belakang Pemekaran dari Kelurahan Semanggi
Sebelum tahun 2018, wilayah yang kini menjadi Kelurahan Mojo merupakan bagian integral dari Kelurahan Semanggi. Kelurahan Semanggi dikenal sebagai kelurahan dengan cakupan wilayah paling luas di Kota Surakarta, membentang dari pusat Kecamatan Pasar Kliwon hingga perbatasan dengan Kabupaten Sukoharjo.
Luasnya wilayah Semanggi menimbulkan berbagai tantangan administratif. Pelayanan publik menjadi kurang optimal karena jarak yang harus ditempuh warga untuk mengurus dokumen kependudukan cukup jauh. Pembangunan infrastruktur juga tidak merata, dengan wilayah selatan (yang kini menjadi Mojo) cenderung tertinggal dibanding wilayah utara.
Selain itu, pertumbuhan penduduk yang pesat di kawasan selatan Semanggi—terutama di sekitar RSUD Bung Karno, Rusunawa, dan bantaran Sungai Bengawan Solo—menuntut adanya unit pemerintahan yang lebih dekat dengan masyarakat. Inilah yang mendorong Pemerintah Kota Surakarta untuk melakukan pemekaran wilayah.
Proses Pembentukan Kelurahan Mojo (2018)
Pemekaran Kelurahan Semanggi menjadi dua kelurahan—yaitu Kelurahan Semanggi (wilayah utara) dan Kelurahan Mojo (wilayah selatan)—resmi berlaku pada tahun 2018. Keputusan ini dituangkan dalam peraturan daerah Kota Surakarta dan disahkan oleh DPRD Solo.
Jalan Kyai Mojo ditetapkan sebagai batas pemisah antara kedua kelurahan. Seluruh wilayah di sebelah selatan Jalan Kyai Mojo menjadi bagian dari Kelurahan Mojo, sementara wilayah di utara jalan tersebut tetap menjadi bagian dari Kelurahan Semanggi.
Nama "Mojo" diambil dari nama jalan tersebut, yang merupakan penghormatan kepada Kyai Mojo (Bagus Kasan Besari), pahlawan nasional asal Surakarta yang berjuang bersama Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830).
Fasilitas Penting di Kelurahan Mojo
Pasca pemekaran, beberapa fasilitas publik penting yang sebelumnya tercatat berada di Kelurahan Semanggi kini resmi menjadi bagian dari Kelurahan Mojo. Perpindahan administratif ini membawa implikasi penting bagi pengelolaan dan pelayanan masyarakat di wilayah tersebut.
🏥 RSUD Bung Karno
Rumah sakit umum daerah terbesar di Surakarta yang sebelumnya dikenal sebagai RSUD Dr. Moewardi Annex. Kini terletak di wilayah Kelurahan Mojo.
🛒 Pasar Klithikan Notoharjo
Pasar barang antik dan bekas yang terkenal di Solo. Destinasi wisata belanja unik yang kini berada di Kelurahan Mojo.
🏢 Rusunawa Mojo
Rumah susun sederhana sewa (dahulu Rusunawa Semanggi) yang kini berganti nama menjadi Rusunawa Mojo setelah pemekaran.
📚 Taman Cerdas Mojo
Fasilitas edukasi publik yang dahulu bernama Taman Cerdas Semanggi. Kini menjadi pusat belajar anak-anak di Kelurahan Mojo.
🎖️ Koramil 0735 Pasar Kliwon
Komando Rayon Militer yang membawahi wilayah Kecamatan Pasar Kliwon, berlokasi di Kelurahan Mojo.
🏫 SMP Negeri 11 Surakarta
Sekolah menengah pertama negeri yang menjadi tujuan pendidikan anak-anak di Pasar Kliwon dan sekitarnya.
Kyai Mojo: Inspirasi Nama Kelurahan
Nama Kelurahan Mojo mengabadikan nama Kyai Mojo (nama asli: Bagus Kasan Besari), seorang ulama dan pejuang dari Surakarta yang hidup pada abad ke-19. Beliau merupakan salah satu panglima perang Pangeran Diponegoro dalam Perang Jawa (1825-1830) melawan kolonial Belanda.
Kyai Mojo lahir di Surakarta dan menjadi tokoh sentral dalam perlawanan di wilayah Jawa Tengah bagian selatan. Setelah Perang Jawa berakhir, beliau diasingkan ke Tondano, Sulawesi Utara, hingga akhir hayatnya. Atas jasanya, Kyai Mojo dinobatkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia.
Jalan Kyai Mojo di Surakarta dinamai untuk menghormati jasa beliau, dan kini nama tersebut juga diabadikan dalam Kelurahan Mojo sebagai bentuk penghormatan kepada pahlawan lokal Solo.
Geografis dan Tantangan Lingkungan
Secara geografis, Kelurahan Mojo memiliki posisi yang strategis namun juga menantang. Wilayah selatan kelurahan ini berbatasan langsung dengan aliran Sungai Bengawan Solo. Kondisi ini menjadikan sebagian wilayah Mojo, terutama di RW-RW yang berada di bantaran sungai, memiliki sejarah panjang dalam menghadapi risiko banjir tahunan.
Namun, wajah bantaran sungai di Mojo kini telah berubah drastis. Berkat pembangunan tanggul (parapet) pengendali banjir oleh pemerintah pusat dan daerah, risiko banjir kiriman kini dapat diminimalisir. Area di sepanjang tanggul pun kini mulai dimanfaatkan sebagai ruang terbuka hijau dan area interaksi warga yang asri, mengubah citra wilayah pinggiran sungai menjadi lebih tertata.
Dinamika Ekonomi dan UMKM Warga
Perekonomian warga Kelurahan Mojo sangat dinamis dan beragam. Keberadaan Pasar Klithikan Notoharjo di wilayah ini menjadi magnet ekonomi tersendiri. Ratusan pedagang onderdil, barang antik, dan perkakas bekas menggantungkan hidupnya di pasar legendaris ini, menciptakan efek berganda (multiplier effect) bagi warung makan, jasa parkir, dan kos-kosan di sekitarnya.
Selain sektor perdagangan formal, UMKM di Mojo juga tumbuh subur. Banyak warga yang menekuni industri rumahan seperti produksi batik, kerajinan sangkar burung, hingga kuliner tradisional. Pemerintah Kelurahan terus mendorong digitalisasi UMKM agar produk warga Mojo dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui marketplace dan media sosial.
Kehidupan Sosial Budaya dan Tradisi
Meskipun merupakan kelurahan pemekaran baru, akar budaya masyarakat Mojo tetap kuat. Tradisi gotong royong atau sambatan masih sangat kental terasa, terutama saat ada warga yang membangun rumah atau memiliki hajat. Setiap tahun, warga juga antusias menggelar Kirab Budaya di tingkat RW maupun kelurahan untuk merayakan hari jadi atau HUT Kemerdekaan RI.
Salah satu tradisi unik yang masih dilestarikan adalah Sadranan menjelang bulan puasa. Warga berkumpul di makam leluhur untuk mendoakan dan membersihkan area pemakaman, dilanjutkan dengan makan bersama (kenduri) yang mempererat tali silaturahmi antarwarga tanpa memandang status sosial.
Prestasi dan Inovasi Kelurahan
Sejak berdiri sendiri, Kelurahan Mojo tak henti mengukir prestasi. Kelurahan ini aktif dalam program Kampung Iklim (ProKlim), di mana warga secara swadaya melakukan penghijauan lorong-lorong kampung dan pengelolaan sampah mandiri melalui Bank Sampah.
Di bidang kesehatan, kader-kader PKK dan Posyandu kelurahan rutin memantau kesehatan balita dan lansia, menjadikan Mojo sebagai salah satu kelurahan yang proaktif dalam penanganan stunting di Kecamatan Pasar Kliwon. Semangat "Mojo Bangkit" menjadi slogan yang memacu aparatur kelurahan dan warga untuk terus berbenah menuju kelurahan yang maju, mandiri, dan sejahtera.
Pendidikan dan Literasi Warga
Pendidikan menjadi prioritas utama di Kelurahan Mojo. Selain keberadaan SMP Negeri 11 Surakarta dan SD Negeri Mojo, kelurahan ini juga memiliki fasilitas Taman Cerdas Mojo yang sangat representatif. Taman Cerdas ini tidak hanya berfungsi sebagai taman bermain, tetapi juga pusat literasi digital dan perpustakaan masyarakat yang dilengkapi dengan fasilitas komputer dan internet gratis untuk menunjang pembelajaran siswa.
Berbagai kegiatan parenting dan pelatihan keterampilan juga kerap diselenggarakan di aula kelurahan dan Taman Cerdas, bekerja sama dengan instansi terkait untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) warga Mojo dari berbagai usai.
Aksesibilitas dan Transportasi
Sebagai wilayah yang sedang berkembang, Kelurahan Mojo memiliki aksesibilitas yang sangat baik. Jalan Kyai Mojo sebagai jalan arteri utama menghubungkan wilayah ini langsung dengan pusat kota Solo dan wilayah Sukoharjo (Bekonang).
Layanan transportasi umum Batik Solo Trans (BST) juga melintasi wilayah ini, memudahkan warga untuk bepergian ke tempat kerja atau sekolah dengan biaya terjangkau. Hal ini semakin mendukung mobilitas ekonomi warga Mojo yang dinamis.
Visi Masa Depan: Mojo yang Humanis dan Modern
Melihat ke depan, Kelurahan Mojo bercita-cita menjadi kawasan hunian tepi sungai yang humanis dan modern. Integrasi antara penataan kawasan Semanggi-Mojo yang berkelanjutan, pengembangan wisata sejarah dan belanja (Pasar Klithikan), serta penguatan modal sosial masyarakat menjadi kunci utama.
Dengan sinergi antara pemerintah kota, kelurahan, dan elemen masyarakat seperti Karang Taruna, LPMK, dan komunitas warga, Mojo bertekad untuk terus bertransformasi menjadi "Wajah Baru" Kota Solo di sisi selatan yang membanggakan.
Karakteristik Wilayah dan Demografi
Kelurahan Mojo memiliki karakteristik wilayah yang beragam. Di bagian utara (dekat Jalan Kyai Mojo), terdapat kawasan pemukiman padat dan pusat perdagangan. Semakin ke selatan, wilayah ini berbatasan dengan Sungai Bengawan Solo dan Kabupaten Sukoharjo.
Berdasarkan data tahun 2020, Kelurahan Mojo memiliki populasi sekitar 12.591 jiwa. Mayoritas penduduk bekerja di sektor perdagangan, jasa, industri rumah tangga, dan sebagai pekerja di berbagai fasilitas publik yang ada di wilayah ini.
Sebagai bagian dari Kecamatan Pasar Kliwon, masyarakat Mojo memiliki karakteristik budaya yang khas. Pengaruh komunitas Arab yang telah lama menetap di Pasar Kliwon tercermin dalam tradisi keagamaan Islam yang kuat. Banyak pondok pesantren, majelis taklim, dan pengajian rutin yang aktif di wilayah ini.
Program Penataan Permukiman Kumuh
Kelurahan Mojo menjadi salah satu lokasi prioritas penataan permukiman kumuh oleh Pemerintah Kota Surakarta. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup warga yang bermukim di kawasan bantaran Sungai Bengawan Solo dan area padat penduduk lainnya.
Berbagai program telah dan sedang dilaksanakan, meliputi: perbaikan drainase, pembangunan MCK komunal, penataan jalan lingkungan, dan program pemberdayaan ekonomi masyarakat. KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) menjadi salah satu program nasional yang diimplementasikan di Kelurahan Mojo.
Alamat dan Kontak Kantor Kelurahan Mojo
📍 Kantor Kelurahan Mojo
- Alamat: Jl. Sungai Serang I No.313, Mojo, Kec. Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57117
- Website Resmi: mojo.surakarta.go.id
- Email: kelmojo@surakarta.go.id
- Jam Pelayanan: Senin - Jumat, 08.00 - 15.00 WIB
Perbedaan Kelurahan Mojo dan Kelurahan Semanggi
| Aspek | Kelurahan Mojo | Kelurahan Semanggi |
|---|---|---|
| Posisi | Selatan Jl. Kyai Mojo | Utara Jl. Kyai Mojo |
| Tahun Berdiri | 2018 (pemekaran) | Sudah ada sebelumnya |
| Fasilitas Utama | RSUD Bung Karno, Pasar Klithikan, Rusunawa | Pasar Semanggi, Kampung Batik |
| Karakteristik | Kawasan kesehatan & bantaran sungai | Kawasan perdagangan & pemukiman |
Potensi dan Masa Depan Kelurahan Mojo
Sebagai kelurahan yang baru terbentuk, Kelurahan Mojo memiliki berbagai potensi yang dapat dikembangkan. Keberadaan RSUD Bung Karno membuka peluang pengembangan sektor kesehatan dan jasa pendukung rumah sakit. Pasar Klithikan Notoharjo menjadi daya tarik wisata belanja yang unik.
Organisasi kepemudaan seperti Karang Taruna Asta Wira Dipta turut berperan aktif dalam pembangunan Kelurahan Mojo. Melalui berbagai program pemberdayaan, pelatihan UMKM, dan kegiatan sosial, pemuda Mojo berkontribusi nyata bagi kemajuan wilayahnya.
Dengan dukungan Pemerintah Kota Surakarta, program penataan permukiman, dan partisipasi aktif masyarakat, Kelurahan Mojo optimis dapat terus berkembang menjadi wilayah yang maju, sejahtera, dan layak huni bagi seluruh warganya.
Kata Kunci & Topik Terkait
📜 Sejarah & Pemekaran
sejarah Kelurahan Mojo, pemekaran Kelurahan Semanggi, Kelurahan Mojo 2018, asal usul Kelurahan Mojo, sejarah pemekaran Solo, pecahan Semanggi, Jalan Kyai Mojo, Kyai Mojo pahlawan nasional, Bagus Kasan Besari, Perang Jawa 1825, Pangeran Diponegoro, sejarah Pasar Kliwon, sejarah Kota Surakarta, sejarah Solo, batas wilayah Mojo Semanggi, kelurahan baru di Surakarta, pemekaran wilayah Surakarta tahun 2018, latar belakang Kelurahan Mojo.
🏥 Fasilitas & Infrastruktur
RSUD Bung Karno Surakarta, RSUD Mojo, Pasar Klithikan Notoharjo, Pasar Barang Bekas Solo, Rusunawa Mojo, Rusunawa Semanggi, Taman Cerdas Mojo, Koramil Pasar Kliwon, SMP Negeri 11 Surakarta, SD Negeri Mojo, tanggul Bengawan Solo, parapet Mojo, puskesmas pembantu Mojo, masjid di Mojo, gereja di Mojo, lapangan Mojo, aula Kelurahan Mojo.
🏛️ Wilayah Administratif
Kelurahan Mojo, Kelurahan Semanggi, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Kota Solo, Provinsi Jawa Tengah, Solo Raya, Subosukawonosraten, Kabupaten Sukoharjo, Sungai Bengawan Solo, pemerintahan Kota Solo, Walikota Surakarta, DPRD Kota Surakarta, kantor kelurahan Mojo, jam buka kelurahan Mojo, pelayanan kelurahan Mojo.
🏘️ Program Pembangunan
penataan permukiman kumuh Solo, program KOTAKU Surakarta, Kota Tanpa Kumuh Mojo, penataan bantaran sungai Solo, relokasi warga bantaran, pemberdayaan masyarakat Mojo, infrastruktur Pasar Kliwon, MCK komunal Solo, drainase dan sanitasi Mojo, jalan lingkungan Mojo, pengentasan kemiskinan Solo, ProKlim Mojo, Bank Sampah Mojo.
💰 Ekonomi & Bisnis Warga
UMKM Kelurahan Mojo, batik Mojo, pengrajin sangkar burung Solo, kuliner Pasar Kliwon, jual beli onderdil Solo, onderdil motor bekas Notoharjo, barang antik Solo, wisata belanja Solo, angkringan Mojo, sate kere Solo, tengkleng Pasar Kliwon, lowongan kerja di Mojo, kos-kosan dekat RSUD Bung Karno.
🤝 Sosial & Budaya
Karang Taruna Asta Wira Dipta, LPMK Kelurahan Mojo, PKK Kelurahan Mojo, Posyandu Mojo, Babinsa Kelurahan Mojo, Bhabinkamtibmas Mojo, Kirab Budaya Mojo, Sadranan Mojo, kerja bakti warga Solo, gotong royong Mojo, komunitas pemuda Pasar Kliwon, pengajian rutin Mojo, TPA Mojo.
📍 Lokasi Sekitar
Kelurahan Sangkrah, Kelurahan Kedung Lumbu, Kelurahan Joyosuran, Gading Solo, Gading Kidul, Alun-Alun Kidul Solo, Benteng Vastenburg, Jembatan Mojo, Bekonang Sukoharjo, Polokarto, Grogol Sukoharjo, Palur, Jebres, Mojosongo (sering tertukar), Joyontakan.
📚 Sumber & Referensi
Artikel ini disusun berdasarkan data dari Website Resmi Kelurahan Mojo (mojo.surakarta.go.id),
Wikipedia, dan dokumen Pemerintah Kota Surakarta.
Ditulis untuk kepentingan edukasi dan informasi publik tentang sejarah administratif Kota Surakarta.
Sumber: Redaksi Karang Taruna Asta Wira Dipta